Kepolisian Negara Republik Indonesia melalui Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang Polri) melakukan penelitian tentang “Evaluasi Kualitas Gudang Penyimpanan Senjata Api dan Amunisi Dalam Rangka Mendukung Pelaksanaan Tugas Operasional Kepolisian”. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi gudang penyimpanan senjata api dan amunisi di berbagai Polda dan Polres di Indonesia, khususnya di Polda Kalimantan Utara (Kaltara) yang menjadi lokasi penelitian utama pada tanggal 17 hingga 20 Maret 2025.
Evaluasi ini sangat relevan mengingat beberapa insiden yang terjadi belakangan ini, termasuk pencurian senjata api oleh oknum polisi di Polda Bangka Belitung yang menyoroti lemahnya pengawasan dan manajemen di gudang logistik kepolisian. Selain itu, ledakan gudang peluru milik Kodam Jaya di Ciangsana juga menggambarkan potensi bahaya yang dapat mengancam keselamatan personel dan masyarakat jika standar keamanan tidak dipenuhi.
Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi celah-celah dalam sistem penyimpanan senjata api dan amunisi serta memberikan rekomendasi untuk meningkatkan aspek keamanan, keselamatan, kesehatan, kemudahan, dan kenyamanan di gudang penyimpanan. Pengamanan fisik, penggunaan teknologi modern seperti CCTV dan sensor keamanan, serta sistem pelacakan digital diharapkan dapat mengurangi risiko yang ada. Selain itu, penelitian ini juga akan menilai pentingnya pelatihan bagi personel yang bertanggung jawab dalam mengelola gudang penyimpanan dan pentingnya audit berkala.
Puslitbang Polri berharap hasil penelitian ini dapat memberikan panduan bagi Polri untuk memperkuat sistem logistik, khususnya dalam pengelolaan gudang penyimpanan senjata api dan amunisi, untuk mendukung pelaksanaan tugas operasional yang lebih aman dan profesional.
Penelitian ini melibatkan sejumlah Polda dan Polres sebagai sampel, dengan Polda Kaltara menjadi salah satu lokasi penelitian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi pengisian kuesioner secara online, wawancara mendalam dengan pejabat dan anggota Polri, serta observasi langsung terhadap kondisi gudang penyimpanan.