Tribratanews Polda Kaltara

Wakapolda Pimpin Apel Pagi, Tekankan Personel Polres Bulungan Jangan Terjadi Mis Komunikasi dan Intoleransi

PIMPIN APEL : Wakapolda Kalimantan Utara, Brigjen Pol Kasmudi, S.I.K saat memberikan arahan saat memimpin apel pagi di Mapolres Bulungan, Kamis (11/8/2022).

TANJUNG SELOR, POLRES BULUNGAN – Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Utara dalam hal ini menekankan setiap personel ke depan jangan sampai terjadi suatu mis komunikasi ataupun intoleransi. Tak terkecuali, personel di Polres Bulungan. Hal ini sebagaimana disampaikan secara langsung Wakapolda Kalimantan Utara, Brigjen Pol Kasmudi, S.I.K saat memimpin apel pagi di Mapolres Bulungan, Kamis (11/8/2022).

Lanjutnya, alasan pihaknya menyampaikan hal tersebut. Tak lain, dikarenakan apabila terjadi mis komunikasi ataupun intoleransi. Maka, secara tak langsung ini dapat menghambat suatu tugas, pokok dan fungsi (tupoksi) aparat kepolisian. Pasalnya, apa yang menjadi arahan atau perintah pimpinan tak sampai di tingkat level bawah atau pelaksananya. “Tapi, ini apabila mis komunikasi itu terjadi. Itulah mengapa di sini perlu ditekankan hal tersebut agar jangan sampai benar – benar terjadi,” pinta Wakapolda.
Lebih lanjutnya, termasuk intoleransi yang merupakan sikap anggota kepolisian yang tidak bisa menerima suatu kebijakan atau perintah dalam pelaksanaan tugas. Menurutnya ini menjadi faktor utama lainnya tidak terbangunnya citra polisi yang baik ke depannya. “Intoleransi ini jangan hanya dipandang naunsa agama. Rekan – rekan tidak bisa membantu pimpinan dan bawahannya pun termasuk intoleransi,” jelas Wakapolda.
Misal, tambahnya, contoh kecilnya pada pelaksanaan apel pagi. Apabila acap kali mengabaikan atau tak melaksanakannya. Padahal ini menjadi salah satu kewajiban lantaran ada suatu pengarahan pimpinan apel. Sehingga ini dianggap menjadi sikap intoleransi. “Mudah – mudahan di sini tidak ada yang demikian. Hal – hal kecil dan samar – samar seperti ini bukan berarti itu tak diindahkan,” pesannya.
Di sisi lain, pihaknya sejak menjabat sebagai Wakapolda Kalimantan Utara. Mengaku memang ada suatu tugas dan fungsi yang harus benar – benar dijalaninya. Pertama, perannya dalam mendukung pimpinan terhadap optimalnya tugas – tugas di Polda Kaltara. Termasuk, mengamankan apa yang menjadi kebijakan pimpinan. “Yaitu terkait suatu implementasinya sampai di level bawah atau pelaksana. Sekaligus menjaga pimpinan agar tetap pada koridor sebenarnya,” terangnya.
Oleh karenanya, dikatakannya kembali, hal itu semua tak dapat terwujud secara maksimal apabila tidak ada suatu dukungan dari pihak pimpinan di Polres Bulungan dan PJU serta staf seluruhnya. Mengingat, dalam mengimplementasikan harus ada suatu sinergitas agar seirama. “Di sini saya sebagai bagian rekan – rekan. Tidak ada perbedaan. Saya selaku manusia yang hanya menjadi Wakapolda sementara.Jangan ada jarak antara kita,” tukasnya. (HmsResbul)