Selasa, 20 Oktober, 2020 6:58 PM
Tribratanews Polda Kaltara

Anggota Polri Di Larang Untuk Berfoto Bersama saat Kampanye

Tribratanews,Tanjung Selor– Tahapan Pemilihan Kepada Daerah (Pilkada) di Provinsi Kaltara tahun 2020 telah mulai nerja. Jajaran Polri mempunyai tanggung jawab langsung untuk mengamankan suksesnya jalannya Pilkada secara netral, aman dan sejuk.

Kapolda Kaltara Irjen Pol Bambang Kristiyono meminta agar anggota Polri bisa menjaga nama baik Korps Bhayangkara di provinsi ke-34 di Indonesia ini. Salah satunya, dia minta anggota Polri diharapkan tidak melakukan foto bersama dengan para calon pada saat kampanye.

“Kalau sudah masuk tahap kampanye, kita minta anggota (Polri) jangan ada yang melakukan foto bersama. Jaga netralitas dengan baik, agar tercipta Pilkada yang aman dan damai,” kata Kapolda, melalui Plt Kabid Humas AKBP Budi Rachmat, Kamis (17/9/2020).

Budi mengungkapkan, Kapolda telah menegaskan tidak akan melakukan pertemuan dalam bentuk apapun kepada salah satu calon yang akan maju dalam pesta demokrasi di Kaltara ini. Baik itu calon yang maju di Pemilihan Gubernur (Pilgub) maupun dalam Pilbup.

Langkah itu diambil Kapolda, kata Budi, untuk menghindari adanya penilaian tidak netralnya anggota Polri jika melakukan pertemuan ataupun silaturahmi kepada satu paslon. “Pak Kapolda sudah tegaskan, tidak akan menerima salah stu calon jika membuat acara ataupun itu dibungkus dengan silaturahmi. Bisa bertemu, asalkan semua paslon. Ini yang kita tegaskan kepada seluruh anggota (Polri di Kaltara) agar tidak ada yang melakukan pertemuan (dengan paslon) juga,” tegasnya.

Budi menegaskan, seluruh anggota Polri diminta untuk mengikuti instruksi Kapolri yang tertuang dalam surat telegram bernomor ST/2544/VIII/RES.1.24./2020 tertanggal 31 Agustus 2020. Jika melanggar apa yang telah diinstruksikan dalam surat telegram itu, maka ada sanksi yang diberikan kepada anggota Polri jika tidak bisa menjaga netralitasnya dalam Pilkada.

Bahkan sanksi itu bisa berupa pemecatan jika memang pelanggaran yang dilakukan oleh anggota Polri dinilai sangat fatal. “Sudah disampaikan kepada seluruh anggota. Jangan ada yang melakukan pertemuan dengan paslon dulu. Baik itu paslon Gubernur maupun Bupati. Kalau mau ketemu nanti, saat selesai Pilkada. Sekarang fokus pada pengamanan saja dulu,” pungkasnya.