Tribratanews Polda Kaltara

Upaya Represif Menjadi Langkah Terakhir

TARAKAN, Kepolisian Resor (Polres) Tarakan mulai menyiapkan personel dalam sosialisasi pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dan pemberlakuannya pada tanggal 26 April mendatang. “Intinya kami siap akan mem-back up. Untuk jumlah akan kami bagi nanti,” ungkap Kapolres AKBP Fillol Praja Arthadira saat dikonfirmasi (24/4).

Kepolisian akan membantu menyampaikan imbauan pembatasan terhadap kendaraan pribadi maupun angkot. “Kami akan lebih banyak melakukan preentif selama PSBB,” ucapnya.

Saat ini pihaknya masih menunggu peraturan wali kota (perwali) yang akan diberlakukan selama PSBB di Kota Tarakan. Untuk upaya represif atau memberikan sanksi kepada masyarakat yang melanggar aturan selama PSBB, dirinya memastikan itu merupakan langkah terakhir. “Represif upaya paling terakhir. Makanya kami meminta juga upaya kerja sama dengan masyarakat untuk mematuhi aturan yang ada,” imbuhnya.

Meski demikian, pihaknya juga tidak segan-segan menindak apabila masih mendapati masyarakat yang sudah tidak bisa atur selama PSBB. Untuk itu selama PSBB, dirinya meminta peran masyarakat yang lebih memperhatikan aturan yang ada. “Selama PSBB dilaksanakan, dari Polri juga ada menggelar Operasi Ketupat,” tuturnya.

Dalam Operasi Ketupat ini, pihaknya akan memfokuskan kepada masyarakat untuk tidak mudik. Terlebih lagi pemerintah sudah memberlakukan larangan mudik. Untuk di Kota Tarakan, akan dilakukan pemantauan di Pelabuhan Tengkayu I dan Bandara Juwata Tarakan. “Kami berharap PSBB ini aman-aman aja. Pastinya akan kami libatkan juga dari TNI,” pungkasnya.