Tribratanews Polda Kaltara

Polres Lakukan Pemeriksaan Dan Tidak Temukan Adanya Oknum Penimbunan Masker Dan Hand sanitizer

MALINAU – Polres Malinau memastikan kekosongan masker dan hand sanitizer di sejumlah tepat murini karena kekosongan stok, dan bukan dikarenakan penimbunan yang seperti disukan belakangan ini.

Kapolres Malinau, AKBP Agus Nugraha, SIK, SH, MH melalui Kasat Intel Polres Malinau, AKP. B. Simanjuntak menjelaskan, ketersediaan masker di sejumlah apotek di Malinau masih tersedia, hanya saja pembelian oleh masyarakat dibatasi. Hal itu tak lain karena mengantisipasi terjadinya penimbunan.

“Warga yang ingin membeli masker itu dibatasi sesuai dengan jumlah anggota keluarga yang berada di rumah.  Setiap orang maksimal hanya bisa membeli 5 buah masker. Jika ada yang beli 1 kotak tidak akan dilayani oleh apotek,” tegasnya.

Lanjut dia, setelah melakukan pemantauan disejumlah apotek di Malinau rata-rata pemilik apotek masih menyadari pentingnya untuk membantu masyarakat dan tidak mau mengambil keuntungan dengan memanfaatkan situasi seperti saat ini.

Pemilik apotek menyadari bahwa masih banyak warga Malinau yang masih membutuhkan masker,sehingga para pemilik apotek sebisa mungkin untuk bisa menjualnya merata kepada seluruh masyarakat, dengan harga yang masih terjangkau.

“Rata-rata pengusaha atau pemilik apotek sadar dan patuh hukum serta memiliki kepedulian yang cukup tinggi, sehingga tidak memikirkan keuntungan semata,” jelasnya.

Sementara itu, terkait kekosongan ketersediaan hand sanitizer karena diakibatkan kekosongan di sejunkah distributor. Para pemilik apotek sudah melakukan pemesanan jauh-jauh hari. Namun karena permintaan di seluruh Indonesia cukup tinggi distributor belum bisa menyanggupi kebutuhan ini. Karena itu pengiriman barang atau pemenuhan stok akan dilakukan secara bergantian atau bergiliran.

“Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini,  hand sanitizer disejumlah apotek bisa kembali tersedia di seluruh apotek di Malinau,” sebutnya.

“Terkait ketersediaan sembako dan harga saat ini masih dalam pemantauan.  Tidak ada kenaikan harga. Stok masih cukup dan tidak ada aktivitas penimbunan. Jadi saya imbau agar warga Malinau tidak perlu panik, kita dari TNI-Polri beserta Pemerintah Daerah terus melakukan pengecekan,  pengawasan dan pemantauan ketersediaan barang dan stok sembako selain juga melakukan upaya-upaya pencegahan penyebaran virus corona,” terangnya.

“Jika ada ditemukan ada oknum warga yang menimbun, segera laporkan karena akan dilakukan proses hukum dengan hukuman pidana yang sangat berat. Mari kita bersama-sama menjaga Malinau ini agar tetap aman dan sehat. Peran serta masyarakat juga sangat kami butuhkan,” tutup Kasat Intel Polres Malinau itu.