Tribratanews Polda Kaltara

Kapolda Tak Lanjut Proses Hukum Mustari

INI DIA VIDEO SELENGKAPNYA,,,!!!

TANJUNG SELOR, Tribratanews – Mustari salah satu warga Tanjung Selor yang mencatut nama Kapolda Kaltara Brigjen Pol Drs. Indrajit S.H terkait permintaan uang sejumlah 30.000 rupiah kepada komunitas buruh pelabuhan Kayan 1 Tanjung Selor akhirnya mengklarifikasi pernyataannya bahwa apa yang sudah disampaikan dalam acara ngopi bareng warga bersama Kapolda beberapa waktu lalu tidak benar adanya.

Setelah dilakukan pemeriksaan di Mapolres Bulungan, Mustari tidak dapat membuktikan apa yang sudah disampaikan terkait adanya perintah Kapolda yang meminta uang kepada para buruh. Pada hari ini Rabu (13/2/2019) dihadapan awak media Mustari mengaku bahwa apa yang sudah dikatakan pada acara ngopi bareng itu bukan bertujuan untuk mencemarkan nama baik Kapolda maupun instansinya.

“Ini memang kesalahan saya dan saya minta maaf kepada Kapolda dan jajarannya, bukan maksud dan tujuan saya untuk menjatuhkan nama baik Kapolda. Sekali lagi saya atas nama pribadi mohon maaf yang sebesar – besarnya”,terang Mustari kepada media.

Masih menurut keterangan Mustari, terkait uang 30.000 ribu itu bukan permintaan Kapolda, melainkan upah buruh yang diterima saat bongkar muat yang sebelumnya para buruh menerima 138 ribu pertonnya.

“Ini yang harus saya luruskan, jadi uang 30 ribu itu bukan permintaan Kapolda, melainkan untuk upah kita yang sebelumnya kita bisa lebih, namun saat ini kita sudah ada kesepakatan 90 ribu perton, sekali lagi saya minta maaf karena salah menyampaikan, maklum saya orang yang tidak berpendidikan”,ujarnya.

Kapolda Kaltara melalui Kabid Humas AKBP berliando S.I.K mengatakan, dalam hal ini Kapolda seudah menerima permintaan maaf secara terbuka dari Mustari. Terkait proses hukum kepada Mustari juga dihentikan sesuai perintah Kapolda.

“Saya menyampaikan amanah Kapolda, hal ini mungkin bisa dijadikan pembelajaran bagi seluruh masyarakat agar berhati – hati dalam menyampaikan sesuatu, apalagi didepan umum. Namun, dengan kerendahan hati pak Kapolda memaafkan atas tuduhan yang sudah dilontarkan Mustari pada acara ngopi bareng beberapa waktu lalu”, jelas Kabid Humas Kaltara.

Tujuan diadakannya ngopi bareng warga bersama Kapolda adalah untuk melakukan silaturahmi dan diskusi bersama masyarakat langsung terkait perkembangan situasi Kamtibmas terkini maupun sosialisasi program – program Polri .

“Denga adanya kegiatan ngopi bareng ini Polda Kaltara membuka diri dan ingin melibatkan langsung masyarakat untuk menjaga situasi Kamtibmas di Kaltara, selain diakusi kita juga menerima keritikan dan masukan dari masyarakat langsung terkait kinerja jajaran Polda Kaltara, saat ini era keterbukaan, bahkan Kapolda sudah membagikan nomor pribadinya dalam acara tersebut, jadi kalau ada anggota yang melanggar dan informasi tindak pidana bisa langsung lapor ke Kapolda”,paparnya.